Dishub Siapkan Langkah Antisipatif, Menghadapi Lonjakan Kendaraan Selama Periode Mudik

 

 

Lubuklinggau

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, volume kendaraan yang melintasi Kota Lubuklinggau diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan. Kondisi ini disebabkan oleh peran strategis Kota Lubuklinggau sebagai salah satu jalur penghubung antarprovinsi di Pulau Sumatera.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Lubuklinggau memprediksi puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada H-1 Idul Fitri, yaitu pada hari Jumat, 20 Maret 2026.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Lubuklinggau, Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif guna menghadapi lonjakan kendaraan selama periode mudik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan fasilitas tempat istirahat (rest area) bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kota Lubuklinggau.

 

“Kemungkinan sama seperti tahun sebelumnya, rest area akan disiapkan di kawasan Masjid Baitul A’la. Dengan pertimbangan, dilokasi tersebut representatif, nyaman untuk para pemudik.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena dinilai representatif sebagai tempat singgah, didukung oleh ketersediaan fasilitas air, lingkungan yang bersih, serta kondisi yang nyaman bagi para pemudik untuk beristirahat.

Dishub merencanakan persiapan rest area tersebut dimulai pada 9 Maret 2026, seiring dengan meningkatnya aktivitas perjalanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Selain menyediakan tempat istirahat, Dishub juga akan mendirikan pos pelayanan di lokasi tersebut dengan menempatkan petugas guna memberikan bantuan kepada para pemudik.

“Kami memperkirakan peningkatan arus mudik mulai terjadi pada 16 hingga 20 Maret. Tanggal 20 telah memasuki masa cuti bersama, sehingga berpotensi menjadi puncak arus mudik,” jelasnya.

 

Sementara itu, untuk arus balik Lebaran, peningkatan volume kendaraan diprediksi terjadi pada 27 hingga 28 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa kepadatan lalu lintas berpotensi terjadi di sejumlah ruas jalan utama yang melintasi pusat Kota Lubuklinggau. Hal ini disebabkan oleh posisi kota sebagai jalur lintasan utama bagi pemudik dari wilayah Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, hingga Jambi.

“Kota Lubuklinggau merupakan jalur strategis lintasan pemudik antarprovinsi di Sumatera, sehingga kawasan pusat kota berpotensi mengalami peningkatan kepadatan pada puncak arus mudik,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk senantiasa mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Para pengendara diharapkan tidak memaksakan diri untuk melanjutkan perjalanan apabila dalam kondisi lelah atau mengantuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *