Murexsnews.com LUBUKLINGGAU – Calon Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap, H. Suhada, S.H., secara resmi memaparkan rencana bisnis dan strategi komprehensif untuk memulihkan kondisi perusahaan yang saat ini tengah menghadapi krisis multidimensi. Berdasarkan data Buku Kinerja BUMD dan audit BPK, instansi pengolahan air minum di Kota Lubuklinggau ini masih berada dalam kategori kinerja “Sakit”.
Mengusung visi mewujudkan PDAM yang Profesional, Sehat, dan Inovatif, H. Suhada menawarkan peta jalan (roadmap) transformasi radikal periode 2026–2030 demi mendukung perwujudan Lubuklinggau yang Maju dan Sejahtera (JUARA).
“Melihat realitas di lapangan, diperlukan transformasi tata kelola yang berbasis pada regulasi Permendagri terbaru untuk mengubah manajemen tradisional menjadi profesional berbasis kinerja,” ujar H. Suhada dalam pemaparannya.
Strategi penyehatan tersebut dirumuskan ke dalam 5 Pilar Utama, yaitu:
1. Restrukturisasi Keuangan: Pemulihan akuntabilitas, penyelesaian audit independen, serta manajemen likuiditas menuju tarif Full Cost Recovery (FCR).
2. Penurunan Kebocoran Air (NRW): Implementasi District Meter Area (DMA) dan penertiban tegas terhadap kehilangan air komersial.
3. Resiliensi Infrastruktur: Pembangunan fasilitas pra-sedimentasi dan modernisasi monitoring digital berbasis teknologi SCADA serta IoT.
4. Pengembangan SDM: Penerapan skema remunerasi berbasis performa (Pay-for-Performance).
5. Digitalisasi Pelayanan: Pembentukan Unit Reaksi Cepat tanggap darurat dan integrasi sistem informasi pelanggan.
Sebagai langkah awal, H. Suhada telah merancang Rencana Aksi 100 Hari Pertama yang terbagi dalam tiga tahap terukur. Tahap awal berfokus pada konsolidasi internal dan peluncuran program “Hotline Lapor Direktur”.
Langkah ini akan diikuti dengan aksi penertiban di lapangan, termasuk razia sambungan ilegal (sweeping) serta pemberian program Amnesti Denda Tunggakan bagi pelanggan.
Ajakan Kolaborasi dan Imbauan Hemat Air
Selain membenahi internal manajemen, H. Suhada menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan air bersih merupakan tanggung jawab bersama antara perusahaan dan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama bahu-membahu bekerja sama mendukung program-program PDAM kita. Kewajiban kami (memberikan pelayanan) akan kami lakukan, dan kami harap pelanggan juga melakukan kewajibannya dengan cara yang baik,” tutur H. Suhada.
Lebih lanjut, ia memberikan imbauan khusus terkait kesiapsiagaan menghadapi tantangan alam. Mengingat kapasitas air baku dapat menyusut drastis hingga 50% pada musim kemarau, ia meminta masyarakat Kota Lubuklinggau untuk mulai membudayakan pola hidup hemat air guna menjaga stabilitas distribusi ke seluruh pelanggan.
Melalui peta jalan yang terukur, PDAM Tirta Bukit Sulap ditargetkan dapat bertransformasi menjadi entitas mandiri yang sehat secara finansial pada tahun 2030, sekaligus mampu berkontribusi langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lubuklinggau. (*)












